Sabtu, 01 Mei 2010

proses berdirinya Bani Abbasiyah

1. Proses Pembentukan Dinasti Abbasiyah
Pergantian pemimpin di kalangan umat Islam setelah khalifah Usman tidak terlepas dari pertikaian yang tajam hingga melahirkan peperangan. Sepeninggal Ali berdirilah Bani Umayyah sebagai penguasa kaum muslim. Dinasti ini hannya mampu bertahan 90 tahun, sejak tahun 661- 750 M. Bani Umayyah digulingkan oleh Bani Abbasiyah. Kejayaan Islam mencapai puncaknya pada dinasti ini berkuasa. Sebagaimana yang dikutip oleh Ajid Thohir dari Syed Mahmudunnasr bahwa hasil besar yang dicapai oleh Dinasti Abbasiyah dimungkinkan karena landasannnya telah dipersiapkan oleh Umayyah dan Abbasiyah memanfaatkannya. Meskipun demikian menurut penulis keberhasilan Daulah Abbasiyah juga didukung oleh kecermelangan dan kecerdasan khalifah Bani Abbasiyah itu sendiri. Dinamakan daulah Abbasiyah karena para pendiri dan penguasa dinasti ini adalah keturunan Abbas (Bani Abbas), paman nabi Muhammad SAW. Pendiri dinasti ini adalah Abu Abbas as-Saffah. Adapun sebab dia yang disepakati pendiri dinasti Abbasiyah adalah di masanyalah tumbangnya daulah Bani Umayyah. Juga dia sendirilah yang menyatakan tegaknya daulah Bani Abbasiyah di atas reruntuhan daulah Bani Umayyah. Jauh sebelum Abu Abbas sudah dikenal beberapa pelopor tegaknya Daulah Bani Abbasiyah. Seperti Imam Ibrahim yang berkeinginan mendirikan kekuasaan Bani Abbasiyah. Ia menyusun ke kuatan di Humaymah sebagai pusat perencanaan dan organisasi. Ibrahim akhirnya ditangkap dan dipenjarakan di Harran sebelum dieksekusi, Ia mewasiatkan kepada adiknya Abu al-Abbas untuk menggantikan kedudukannya dan memerintahkannya untuk pindah ke kufah. DI bawah panglima perangnya yang bernama Abu Muslim al-Khurasani, Abu Abbas berhasil menguasai kota khurasan dan menyusul kemenangan demi kemenangan. Akhirnya negeri Syam sebagai ibu kota Bani Umayyah dapat ditaklukkan. Sejak tahun 132 H/ 750 M Daulah Abbasiyah dinyatakan berdiri dengan khalifah pertamanya Abu Abbas as-Asaffah.
Walaupun Abu Abbas pendiri daulah ini, pemerintahannya singkat (750-754 M). Pembina sebenarnya daulah ini adalah Abu Ja’far al-Mansur. Untuk mengamankan kekuasaanya, tokoh besar sezamannya yang mungkin menjadi pesaingnya satu persatu disingkirkannya. Abdullah bin Ali, salih bin Ali dan Abu Muslim al-Khurasani adalah tokoh-tokoh penting, mereka tidak dibiarkan hidup. Dari tindakannya menyingkirkan pejabat-pejabat penting yang berjasa dapat dimaklumi bahwa Abu Ja’far tidak menginginkan ada ganjalan dan rongrongan di awal pemerintahannya. Pemerintahan yang baru berdiri di atas rezim lama harus kompak dan solid. Bila ada gerakan-gerakan yang bersebrangan harus segera ditindas sebelum menjadi besar. Bahkan tampak sekali ketakutan Ja’far akan hilangnya pengaruhnya, kalau di sekelilingnya terdapat pejabat yang berpengaruh seperti Abu Muslim al-Khurasani. Tokoh satu ini di samping panglima perang yang tangguh juga memiliki tentara yang loyal padanya.
Ditinjau dari proses pembentukannya, sebagaimana yang dikutip oleh Ajid Thohir dari Philip K. Hitti, bahwa Dinasti Abbasiyah didirikan atas dasar-dasar antara lain:
1. Dasar kesatuan untuk menghadapi perpecahan yang timbul dari dinasti sebelumnya
2. Dasar universal, tidak berlandaskan atas kesukuan;
3. Dasar politik dan administrasi menyeluruh, tidak diangkat atas dasar keningratan.
4. Dasar kesamaan hubungan dalam hukum bagi setiap masyarakat Islam;
5. Pemerintah bersifat Muslim moderat, Ras Arab hannyalah dipandang sebagai salah satu bagian di antara ras-ras lain;
6. Hak memerintah sebagai ahli waris nabi masih tetap di tangan mereka.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

dua minggu di LPJ

dua minggu di LPJ
Di Hotel Ceria Buana