Langsung ke konten utama

tujuan dan faedah mempelajari ulumul Qur'an

A. Faedah dan Urgensi mempelajari Al-Qur’an
Adapun tujuan dari mempelajari ‘Ulumul Qur’an adalah:
1. Agar dapat memahami kalam Allah ‘Aza Wajalla sejalan dengan keterangan yang dikutip oleh para sahabat dan para tabi’in tentang interprestasi mereka terhadap Al-Qur’an
2. Agar mengetahui cara dan gaya yang digunakan oleh para mufassir (ahli tafsir) dalam menafsirkan Al-Qur’an dengan disertai penjelasan tentang tokoh-tokoh ahli tafsir yang ternama serta kelebihan-kelebihannya.
3. Agar mengetahui persyaratan-persyaratan dalam menafsirkan Al-Qur’an
4. Mengetahui ilmu-ilmu lain yang dibutuhkan dalam menafsirkan Al-Qur’an.
Hubungan ‘Ulumul Qur’an dengan tafsir juga dapat dilihat dari beberapa hal yaitu:
a. Fungsi ‘Ulumul Qur’an sebagai alat untuk menafsirkan, yaitu:
1. Ulumul Qur’an akan menentukan bagi seseorang yang membuat syarah atau menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an secara tepat dapat dipertanggung jawabkan. Maka bagi mafassir ‘Ulumul Qur’an secara mutlak merupakan alat yang harus lebih dahulu dikuasai sebelum menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an.
2. Dengan menguasai ‘Ulumul Qur’an seseorang baru bisa membuka dan menyelami apa yang terkandung dalam Al-Qur’an
3. ‘Ulumul Qur’an sebagai kunci pembuka dalam menafsirkan ayat Al-Qur’an sesuai dengan maksud apa yang terkandung di dalamnya dan mempunyai kedudukan sebagai ilmu pokok dalam menafsirkan Al-Qur’an.
b. Fungsi ‘Ulumul Qur’an sebagai Standar atau Ukuran Tafsir
Apabila dilihat dari segi ilmu, ‘Ulumul Qur’an sebagai standar atau ukuran tafsir Al-Qur’an artinya semakin tinggi dan mendalam ‘Ulumul Qur’an dikuasai oleh seseorang mufassir maka tafsir yang diberikan akan semakin mendekati kebenaran, maka dengan ‘Ulumul Qur’an akan dapat dibedakan tafsir yang shahih dan tafsir yang tidak shahih.
Ada beberapa syarat dari ahli tafsir ( mufassir) yaitu:
1. Akidahnya bersih
2. Tidak mengikuti hawa nafsu
3. Mufassir mengerti Ushul at-Tafsir
4. Pandai dalam ilmu riwayah dan dirayah hadits
5. Mufassir mengetahui dasar-dasar agama
6. Mufassir mengerti ushul fiqh
7. Mufassir menguasai bahasa Arab
Dari uraian di atas dapat dipahami bahwa ‘Ulumul Qur’an sangat penting dipelajari dalam rangka sebagai pijakan dasar dalam menafsirkan Al-Qur’an oleh para mufassir. Dapat dikatakan semakin dikuasainya ‘Ulumul Qur’an oleh mufassir maka semakin tinggilah kualitas tafsir yang dibuatnya.
B. Penutup
1. kesimpulan
Dari uraian di atas dapat dipahami bahwa ‘Ulumul Qur’an adalah ilmu yang membahas segala hal yang berhubungan dengan Al-Qur’an dan ilmu-ilmu yang disandarkan kepada Al-Qur’an sebagai penunjang untuk memahami Al-Qur’an secara luas dan mendalam. Perlu kita pelajari agar tidak terjadi kesalahan dalam memahami dan menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an yang menjadi acuan dan pedoman hidup dalam rangka meraih kesuksesan di dunia dan akhirat.
2. Pertumbuhan dan perkembangan ‘Ulumul Qur’an berlangsung dalam rentang waktu yang panjang. Walaupun pada masa nabi hidup di siplin ilmu ini belum dibukukan, sebab sahabat merasa cukup meminta penjelasan dari rasul akan sesuatu yang tidak dipahami. Namun hal ini berkembang, dimana wilayah Islam telah luas dan banyak orang ‘Ajam (non Arab) yang masuk Islam, tentunya mereka mengalami kesulitan dalam membaca dan memahami Al-Qur’an. Lahirlah inisiatif dari Usman untuk menyalin Al-Qur’an kembali dari Salinan Al-Qur’an yang pernah ditulis di masa Nabi hidup dan diperbanyak. Tindakan ini disusul dengan berbagai kegiatan para sahabat dan para tabi’in untuk menggali berbagai ilmu dalam Al-Qur’an, sehingga lahirlah berbagai kitab. Akhirnya pada abad ke-2 H ‘Ulumul Qur’an mulai dibukukan. Dengan kitab-kitab yang sudah ditulis tersebut semakin meramaikan pembahasan para Ulama tentang Al-Qur’an. Imam As-Suyuthi adalah salah satu Ulama ‘Ulumul Qur’an yang berpengaruh, karena kitabnya menjadi pegangan bagi para peneliti dan penulis dalam ilmu ini.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berbagai Pandangan Tentang Manusia dan Implikasinya Terhadap Pendidikan

Berbagai Pandangan Tentang Manusia
dan Implikasinya Terhadap Pendidikan
A. Pendahuluan
Manusia adalah makhluk Allah yang diciptakan dalam sebaik-baik bentuk. Pada diri manusia dilengkapi dengan akal dan nafsu. Di sinilah keistimewaan manusia dibanding dengan makhluk lainnya. Manusia dengan dua bekal tersebut diamanahkan untuk mengelola bumi Allah ini. Di satu sisi ini adalah tantangan yang berat bagi manusia sekaligus sebagai tugas mulia.
Manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah. Dengan hal ini manusia punnya potensi untuk dapat didik dan mendidik. Hannya dengan pendidikanlah manusia dapat mengolah alam ini. Juga dengan pembinaan terus meneruslah manusia bisa mencapai kepribadian yang mulia. Manusia dengan potensi yang ada mesti bisa mengambil peran dalam kehidupan ini. Manusia tinggal di alam. Berbagai perubahan alampun membawa pengaruh pada manusia. Kemampuan akal untuk berpikir menghasilkan berbagai karya yang bermanfaat dalam kehidupan manusia. Dengan dinamisnya kehidupan, manusi…

filsafat ilmu, KEDUDUKAN BAHASA, MATEMATIKA, DAN STATISTIKA DALAM PERKEMBANGAN ILMU

KEDUDUKAN BAHASA, MATEMATIKA, DAN STATISTIKA DALAM PERKEMBANGAN ILMU.
Pendahuluan
Manusia sebagai makhluk sempurna. Merupakan Maha karya agung yang dipercaya mengolah dunia. Manusia dibekali dengan berbagai kemampuan. Salah satunya adalah kemampuan berbahasa. Kecakapan berbahasa adalah kemampuan pertama manusia. Dengan bahasa manusia mengenal berbagai pengertian dan pemahaman. Hal ini terjadi pada Nabi adam, beliau diajari nama-nama hewan di dalam surga. Dengan bahasa juga manusia saling mengenal satu sama lain. Kemampuan berbahasa juga mengantarkan seseorang meraih berbagai peluang kerja.
Matematika merupakan bahasa yang melambangkan serangkaian makna dari pernyataan yang ingin kita sampaikan. Matematika memberikan kemudahan kepada kita di dalam memberi simbol akan makna sesuatu. Sehingga apa yang sulit menjadi mudah dipahami. Sementara statistika pengembangan lebih lanjut dari matematika. Penggunaan statistika dalam kehidupan dewasa ini sangat membantu untuk melakukan penarikan …